6 Desember 2011 - 20:30

“Penumpasan dan pembatasan pemerintah Saudi terhadap hak-hak rakyatnya menunjukkan bahwa pemerintah Riyadh tidak mematuhi undang-undang HAM.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Pasukan keamanan Arab Saudi merusak sebuah tempat yang digunakan warga Syiah Qatif untuk memperingati hari-hari Asyura.

Press TV pada Ahad (4/12) melaporkan, sebuah tempat milik warga Syiah di kota Qatif, sebelah timur Saudi, telah dirusak pasukan keamanan negara tersebut. Tempat itu merupakan pusat peringatan mengenang peristiwa Karbala di bulan Muharram.

Menurut laporan itu, para aktivis HAM Saudi menyebarkan sebuah rekaman video yang menunjukkan kebrutalan pasukan keamanan rezim Riyadh. Dalam rekaman video tersebut, terlihat militer Saudi merusak tempat acara mengenang peristiwa Asyura di kota Qatif. Para aktivis HAM itu mengatakan, penyebaran rekaman video tersebut bertujuan untuk membuktikan pelanggaran HAM dan permusuhan militer Saudi terhadap warga Syiah.

Sejak Selasa lalu hingga kini, para pejabat Riyadh mengerahkan pasukan keamanan dan militer ke kota Qatif secara berlebihan. Langkah itu guna mencegah warga Syiah memperingati kesyahidan Imam Husein as di bulan Muharram.

Di bulan Muharram, umat Syiah di seluruh penjuru dunia memperingati kesyahidan cucu Rasulullah Saw di padang Karbala, Irak.

November lalu, lima warga Qatif tewas akibat serangan pasukan keamanan Riyadh. Sikap brutal militer rezim Al Saud terhadap warga Syiah hingga kini terus berlanjut.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, seorang pakar masalah Timur Tengah Zaid al-Isa kepada Press TV mengatakan “Penumpasan dan pembatasan pemerintah Saudi terhadap hak-hak rakyatnya menunjukkan bahwa pemerintah Riyadh tidak mematuhi undang-undang HAM.”

Zaid al-Isa menambahkan, di Arab Saudi tidak ada kebebasan media, agama dan mazhab, bahkan tidak ada kebebasan pemilu. (irib/ra/nm)